Performa Komputer

Performa Komputer

Pengukuran performa komputer yang paling penting adalah seberapa cepat komputer tersebut dapat mengeksekusi program. Kecepatan komputer mengeksekusi program dipengaruhi oleh desain hardware dan instruksi bahasa mesin­nya.
Karena program biasanya ditulis dalam bahasa tingkat tinggi, maka performa juga dipengaruhi oleh compiler yang mentranslasikan program ke dalam bahasa mesin. Untuk performa terbaik, perlu untuk mendesain compiler, set instruksi mesin, dan hardware dengan cara yang terkoordinasi. Kita tidak mendeskripsikan detil desain compiler dalam modul ini. Kita berfokus pada desain set instruksi dan hardware.
kita mendeskripsikan bagaimana sistem operasin menumpangtindihkan pengolahan, transfer disk, dan pencetakkan untuk beberapa program agar menghasilkan penggunaan terbaik dari resource yang tersedia. Waktu total yang diperlukan untuk mengeksekusi program  adalah ts­to.

Elapsed time

adalah ukuran performa seluruh sistem komputer. Waktu tersebut dipengaruhi oleh kecepatan prosesor, disk, dan printer. Untuk membahas performa prosesor, kita sebaiknya hanya memperhatikan periode selama prosesor aktif.
Periode tersebut adalah periode yang berlabel Program dan Rutin OS pada. Kita akan mengacu pada jumlah periode tersebut sebagai waktu prosesor yang diperlukan untuk mengeksekusi program. . Seperti halnya elapsed time untuk eksekusi program tergautung pada semua unit dalam sistem komputer, maka waktu prosesor tergantung pada hardware yang terlibat dalam eksekusi instruksi mesin individu. Hardware tersebut meliputi prosesor dan memori, yang biasanya dihubungkan dengan bus, sebagaimana yang ditunjukkan pada .
Bagian yang berhubungan dengan Gambar ini diulang dalam , termasuk memori cache sebagai bagian dari unit prosesor. Marilah kita memperhatikan aliran instruksi program dan data antara memori dan prosesor. Pada awal eksekusi, semua instruksi program dan data yang diperlukan disimpan di memori utama.
Selama eksekusi berjalan, instruksi diambil satu demi satu melalui bus ke dalam prosesor, dan copy­annya diletakkan di cache. Pada saat eksekusi suatu instruksi meminta data yang berada dalam memori utama, data tersebut diambil dan copy­annya ditempatkan di cache. Selanjutnya, jika instruksi atau item data yang sama diperlukan untuk kedua kalinya, maka akan langsung dibaca dari cache.
Prosesor dan memori cache yang relatif kecil dapat dibuat pada chip
sirkuit terintegraisi tunggal. Kecepatan internal untuk melaksanakan langkah dasar pengolahan instruksi pada chip semacam itu sangat tinggi dan dianggap lebih cepat daripada kecepatan pengambilan instruksi dan data dari memori utama. Suatu program akan dieksekusi lebih cepat jika perpindahan instruksi dan data antara memori utama dan prosesor diminimalisasi, yang dicapai dengan menggunakan cache.
Misalnya, suatu instruksi dieksekusi berulang kali selama periode waktu yang singkat, sebagaimana yang terjadi pada loop program. Jika instruksi ini tersedia dalam cache maka dapat diambil dengan cepat selama periode pengulangan penggunaan. Hal yang sama diterapkan pada data yang digunakan berulang kali.

About the Author

Admin

Assalamualaikum. Saya Ahmad Mazlan, Programmer muda yang masih belajar dan ingin segera berbagi tentang dunia programming. Semua bisa menjadi Programmer selama memiliki keinginan yang kuat untuk belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *