Faktor Dalam Tahap Produksi

Faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan gambar video/musik digital adalah lokasi dan avaibilitas orang-orang bersangkutan.

 

  •  Lokasi yang jauh akan memerlukan waktu lebih untuk ke tempat tujuan dan diperlukan survei sebagai upaya menyesuaikan lokasi setempat dengan naskah video/musik digital.
  •  Sedangkan avaibilitas dapat terjadi karena beberapa faktor, diantaranya kurang koordinasi dari pihak tertentu, ketidakhadiran talent, kendala surat perizinan, dan persyaratan lokasi shooting yang tidak tepat.
  •  Beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat kegiatan shooting di antaranya dokumentasi, sewa peralatan film, logistik, akomodasi, transportasi, telekomunikasi, serta sarana medis yang memadai.Selain itu, penguasaan kamera dan lighting pada tahap kegiatan shooting sangat penting.
  •  Oleh sebab itu, kepiawaian seorang sutradara, DOP, dan crew sangat menentukan kualitas gambar yang ingin dicapai.

A. Menganalisis Proses Produksi Video/Musik Digital

 

Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menganalisis proses produksi video/musik digital adalah sebagai berikut :

 

  1.  Manajemen Lapangan

  2.  Kegiatan Shooting

  3.  Penataan Suara

  4.  Penataan Cahaya

  5.  Penataan Panggung

  6.  Penataan Rias

  7.  Penataan Kostum (Wardrobe)

 

1. Manajemen Lapangan

Pada dasarnya, manajemen lapangan mencakup beberapa faktor sebagai berikut :

  •  Manajemen lokasi yang mencakup perizinan, keamanan, dan keselamatan.
  •  Talent koordinasi yang mencakup koordinasi kostum, make up, dan lain-lain.
  •  Manajemen waktu yang mencakup koordinasi konsumsi, kecepatan kerja, dan penyediaan alat.
  •  Koordinasi para kru film di lokasi shooting.

 

2. Kegiatan Shooting

Beberapa hal yang harus diketahui guna mencapai hasil maksimal dalam kegiatan shooting antara lain sebagai berikut :  Shooting Outdoor  Shooting Indoor  Visual Efek (Effect Visual)
 

a. Shooting Outdoor

Shooting outdoor dilakukan menekan budget, namun harus ekstra hati-hati dalam melakukannya karena sangat bergantung dari keadaan cuaca saat syuting dilakukan.  Beberapa yang harus dipersiapkan saat syuting outdoor di antaranya penggunaan cahaya matahari yang redup/terang, reflector, hujan buatan, crowd control, serta camera setting yang ,encakup irish, speed, white balance, dan focus.
 

b. Shooting Indoor

Shooting indoor lebih cepat terkontrol daripada shooting outdoor, namun dibutuhkan peralatan yang cukup lengkap, diantaranya pengguanaan lighting dan penggunaan filter sederhana, make yp, pemilihan background, serta monitor.

c. Visual Efek (Visual Effect)

Guna untuk membuat video kelihatan lebih menarik dapat dilakukan dengan reserve motion, fast motion (normal lipsync), slow motion (normal lipsync), dan chroma key (blue screen).
 

3. Penataan Suara

Guna menghasilkan suara yang baik maka diperlukan jenis mikrofon yang tepat dan berkualitas.

  •  Jenis mikrofon yang digunakan adalah peka terhadap sumber suara, mudah dibawa, dan mampu meredam noise (gangguan suara) di dalam dan di luar ruanagn shooting.

4. Penataan Cahaya

Seperti halnya dalam seni fotografi, film dapat diibaratakan melukis menggunakan cahaya.

  •  Jika tanpa adanya cahaya sedikitpun maka kamera tidak akan dapat merekam objek
  •  Oleh sebab itu, penataan cahaya dalam produksi film sangat menentukan bagus tidaknya kualitas teknik film tersebut.
  •  Penataan cahaya menggunakan kamera video yang memperhatikan perbandingan highlight (bagian ruang yang paling terang) dan shade (bagian yang tergelap) agar tidak terlalu tinggi (hight contrast).
  •  Reflektor dapat dibuat sendiri dengan menggunakan styrofoam atau alumunium foil yang ditempelkan di karton tebal/triplek dengan ukuran disesuaikan dengan kebutuhan.
  •  Dalam penggunaan kamera juga harus memperhatikan karakteristik tata cahaya. Jika melebihi batasan atau paksaan, maka gambar justru terlihat seperti pecah dan tampak titik-titik yang menandakan cahaya under.
  •  Selain itu, white balance sebagai standar warna pencahayaan film harus benar-benar diperhatikan,
    Disebut balance karena memang untuk mencari standar warna putih di dalam atau luar ruangan, karena warna putih mengandung semua unsur warna cahaya.

5. Penataan Panggung

Penataan panggung/tata setting (set construction) identik dengan bangunan latar belakang untuk keperluan pengambilan gambar.

  • Setting tidak selalu berbentuk bangunan dekorasi, tetapi lebih menekankan bagaimana membuat suasana ruang mendukung dan mempertegas latar peristiwa sehingga mengantarkan alur cerita secara menarik.

 

6. Penataan Rias

 
Unsur manipulasi sangat berperan pada teknik tata rias, disesuaikan pula bagaimana efeknya pada saat pengambilan gambar dengan kamera.

  •  Karena pada dasarnya, tata rias pada produksi film berpatokan pada skanerio.
  •  Tidak hanya pada wajah tetapi juga pada seluruh anggota badan, bukan untuk membuat lebih cantik atau tampan, tetapi lebih ditekankan pada karakter tokoh, Misalnya membuat tampak tua, tampak sakit, tampak jahat/baik, dan lain-lain.

7. Penataan Kostum (wardrobe)

 
Pengambilan gambar dapat dilakukan tidak sesuai nomor urut adegan, dapat meloncat dari scane satu ke yang lain.

  •  Hal ini dilakukan agar lebih mudah dalam mengambil seluruh shot yang terjadi pada lokasi yang sama.
  •  Oleh karenanya sangat perlu mengidentifikasi kostum pemain (pakaian) yang dikenakan disesuaikan dengan isi cerita.
  •  Jangan sampai pada adegan yang terjadi berurutan justru mengalami pergantian kostum.
  •  Untuk mengantisifasinya maka sebelum pengambilan gambar dimulai para pemain di foto menggunakan kamera digital terlebih dahulu atau dicatat kostum apa yang dipakai.

About the Author

Admin

Assalamualaikum. Saya Ahmad Mazlan, Programmer muda yang masih belajar dan ingin segera berbagi tentang dunia programming. Semua bisa menjadi Programmer selama memiliki keinginan yang kuat untuk belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *