COMPILER

Compiler

Compiler mentranslasikan bahasa pemrograman tingkat tinggi menjadi rangkaian instruksi mesin. Untuk mengurangi N, kita perlu memiliki set instruksi mesin yang sesuai dan compiler yang dapat menggunakannya dengan baik. Suatu
optimizing compiler memanfaatkan berbagai fitur prosesor target untuk mengurangi basil kali N X S, yang merupakan jumlah total siklus clock yang diperlukan untuk mengeksekusi suatu program.
Kita akan melihat pada  bahwa jumlah siklus tidak hanya tergantung pada pilihan instruksi, tetapi juga pada urutan instruksi tersebut muncul dalam program. Compiler dapat menata ulang instruksi program untuk mencapai performa yang lebih baik. Tentu saja, perubahan semacam itu tidak harus mempengaruhi hasil komputasi.
Dari luar, compiler tampak sebagai entitas terpisah dari prosesor yang digunakannya dan mungkin bahkan berasal dari vendor yang berbeda.
Akan tetapi, compiler kualitas tinggi harus dihubungkan dengan erat pada arsitektur prosesor. Compiler dan prosesor seringkali didesain pada waktu yang sama, dengan banyak interaksi antara desainer untuk mencapai hasil terbaik. Tujuan akhirnya adalah untuk mengurangi jumlah total siklus clock yang diperlukan untuk melakukan tugas pemrograman yang diminta.

PENGUKURAN PERFORMA

Sangat penting untuk dapat memperkirakan perfonna suahr komputer. Desainer komputer menggunakan perkiraan perfonna untuk mengevaluasi keefektifan fitur barn. Produsen menggunakan indikator performa dalarn proses
pemasaran. Pembeli menggunakan data tersebut untuk memilin di antara model komputer yang tersedia.
Pembahasan sebelumnya menyarankan bahwa parameter satu­satunya yang mendeskripsikan secara tepat performa suatu komputer adalah waktu eksekusi, T, untuk program tertentu. Meskipun Persamaan 1.1 sederhana secara konseptual, namun menghitung nilai T tidak sederhana. Lagi pula, parameter seperti kecepatan clock dan berbagai fitur arsitektural bukan indikator yang handal dari performa yang diharapkan.
Untuk alasan tersebut, komunitas komputer mengadopsi ide pengukuran performa komputer menggunakan program benchmark. Untuk memungkinkan perbandingan tersebut, maka harus dibuat program yang terstandarisasi. Pengukuran perfonna adalah waktu yang diperlukan suatu komputer untuk mengeksekusi benchmark tertentu.
Pada awalnya, beberapa pendekatan dibuat untuk menghasilkan program artifisial yang dapat digunakan sebagai benchmark standar. Tetapi program sintetik tidak dapat memprediksi perfonna yang diperoleh dengan tepat pada saat program aplikasi riil dijalankan. Praktek yang diterima saat ini adalah menggunakan pilihan program aplikasi riil yang disetujui untuk mengevaluasi performa. Suatu organisasi nirlaba yang disebut System Performance Evaluation Corporation (SPEC) memilih dan mempublikasikan program aplikasi yang representatif untuk domain aplikasi yang berbeda, bersama dengan hasil tes untuk banyak komputer yang tersedia secara komersial .

About the Author

Admin

Assalamualaikum. Saya Ahmad Mazlan, Programmer muda yang masih belajar dan ingin segera berbagi tentang dunia programming. Semua bisa menjadi Programmer selama memiliki keinginan yang kuat untuk belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *