Simbol Proses atau Flowchart

Mungkin bagi beberapa programer tak asing lagi dengan flowchat nah bagi yang baru belajar dasar perlu sekali memahami ini nih , Kita simak bersama yah 🙂

Pengertian Flowchart

Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung.
Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program. Dengan adanya flowchart urutan poses kegiatan menjadi lebih jelas. Jika ada penambahan proses maka dapat dilakukan lebih mudah. Setelah flowchart selesai disusun, selanjutnya pemrogram (programmer) menerjemahkannya ke bentuk program dengan bahasa pemrograman.

Simbol-Simbol Flowchart

simbol-flowchart-2simbol-flowchart-3simbol-flowchart-1simbol-flowchart-4simbol-flowchart-5
 

Perbedaan DFD dan Flowchart

  • DFD menunjukkan alur data di suatu sistem sedangkan flowchart sistem menjelaskan alur kerja atau prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem.
  • DFD prosesnya dapat dilakukan serentak atau pararel sedangkan flowchart alur datanya harus urut.
  • DFD tidak ada looping sedangkan flowchart ada looping.
  • DFD tidak ada proses perhitungan sedangkan flowchart ada proses perhitungan.

 

Fungsi Flowchart

Pada dasarnya, flowchart dibuat untuk menunjukkan setiap proses yang harus dilalui dalam suatu sistem. Namun bukan hanya itu, masih banyak lagi tujuan dari flowchart yang mungkin belum Anda ketahui.
Berikut ini adalah beberapa fungsi flowchart yang bisa Anda simak dibawah ini.

1. Merancang Proyek Baru

Ketika Anda akan merancang suatu proyek, maka hal Anda dapat memetakan proyek tersebut ke bentuk flowchart. Hal itu dapat membantu Anda dalam merancang serangkaian langkah-langkah yang melibatkan keputusan bersama.

2. Mengelola Alur Kerja

Flowchart merupakan cara yang paling penting dilakukan untuk mengelola alur kerja. Sebab, flowchart dapat menciptakan hasil yang berkualitas berdasarkan prosedur yang berperan dalam penentuan integritas dari proses tersebut.

3. Memodelkan Proses Bisnis

Proses bisnis yang dimaksud bukan hanya berkaitan dengan keuntungan, melainkan serangkaian tugas baik itu yang sederhana sampai yang rumit juga termasuk kedalam proses bisnis. Pemodelan flowchart dapat dilakukan dengan tujuan untuk memberikan hasil yang konsisten dan dapat juga diprediksi.

4. Mendokumentasikan Setiap Proses

Dalam menyelesaikan suatu proyek perlu adanya dokumentasi proses. Dengan begitu, flowchart menjadi media yang bagus untuk memenuhi tujuan tersebut. Jika dibandingkan dengan membuat dokumentasi setiap proses melalui narasi, maka menggunakan flowchart adalah hal yang lebih efisien dibanding dengan narasi.

5. Merepresentasikan Algoritma

Biasanya, sebelum menuangkan sebuah proyek ke dalam bentuk program, para perancang sistem terlebih dahulu akan menentukan algoritma untuk menyelesaikan proyek tersebut menggunakan SDL. SDL (Specification and Description Language) adalah suatu spesifikasi bahasa yang digunakan untuk mendeskripsikan perilaku dari sistem tersebut.
Nah, flowchart dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Sebab, dalam flowchart terdapat berbagai simbol yang unik yang bisa digunakan untuk memetakan sistem yang akan dirancang. Selain itu, flowchart juga dapat digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah.

6. Mengaudit Proses

Secara umum, flowchart dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan yang mungkin saja terjadi dalam setiap proses. Flowchart akan membantu Anda menyelesaikan permasalahan dengan cara membagi setiap langkah dari proses tersebut ke dalam segmen-segmen yang lebih kecil, kemudian memeriksa bagian mana yang tidak berfungsi atau perlu diadakan perbaikan.

Flowchart digunakan untuk:

  • Mengembangkan pemahaman tentang bagaimana proses dilakukan.
  • Mempelajari proses untuk perbaikan (merancang sebuah proses “ideal”)
  • Berkomunikasi dengan orang lain bagaimana proses dilakukan.
  • Ketika memerlukan komunikasi yang lebih baik diantara orang-orang yang terlibat dengan proses yang sama.
  • Mendokumentasikan proses.
  • Ketika merencanakan sebuah proyek.
  • Menentukan apakah langkah-langkah dalam proses yang logis
  • Mengungkap duplikasi kegiatan
  • Mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan proses

 

Manfaat Flowchart

Flowchart biasanya digunakan untuk mengidentifikasi aliran yang aktual / nyata / sebenarnya ada, dibandingkan dengan aliran yang seharusnya (ideal). Tempat dimana terjadi kompleksitas atau kelebihan suatu proses dapat diidentifikasi pada sebuah flowchart. Selanjutnya tim dapat menyepakati langkah-langkah dalam proses dan membandingkan proses yang ada saat ini dengan proses yang seharusnya.
Berikut adalah manfaat lain dari pengembangan flowchart

  • Membantu untuk memperjelas proses yang kompleks.
  • Mengidentifikasi langkah-langkah yang tidak menambah nilai kepada pelanggan internal atau eksternal, termasuk: penundaan; transportasi; pekerjaan yang tidak perlu, duplikasi, biaya tambahan dan kerusakan dalam komunikasi.
  • Membantu anggota tim mendapatkan pemahaman bersama tentang proses dan penggunaan pengetahuan ini untuk mengumpulkan data, mengidentifikasi masalah, fokus diskusi, danmengidentifikasi sumber.
  • Berfungsi sebagai dasar untuk merancang proses baru.
  • Menerangkan logika suatu program
  • Pemahaman hubungan antara langkah-langkah proses yang berbeda
  • Mengumpulkan data tentang proses tertentu
  • Membantu dalam pengambilan keputusan
  • Mengukur kinerja proses
  • Menggambarkan struktur proses
  • Mempermudah dalam pelacakan kesalahan aliran proses
  • Menyoroti langkah-langkah penting dan menghilangkan langkah-langkah yang tidak perlu

Jenis Flowchart

Sequential Flowchart

Flowchart jenis ini merupakan flowchart yang paling umum digunakan. Flowchart ini mengidentifikasi langkah-langkah atau kegiatan dan poin keputusan bersama dengan input dan output penting dari proses. Selanjutnya diatur dalam urutannya sampai akhir proses. Sebuah flowchart sekuensial sangat bermanfaat dalam menyoroti kompleksitas proses dan mengidentifikasi area masalah dan peluang untuk meningkatkan efisiensi.

Top-Down Flowchart

Pada flowchart jenis ini, langkah-langkah utama dalam proses disusun berurutan di bagian atas dan langkah-langkah rinci tercantum di bawah setiap langkah besar. Flowchart ini juga bisa saja dikembangkan bersama flowchart jenis lain seperti sekuensial. Dalam beberapa kasus, flowchart sekuensial akan sangat terbantu dengan adanya Top-Down flowchart untuk setiap langkah besar. Top-down Flowchart juga dapat digunakan sebagai halaman sampul untuk menunjukkan bagaimana semua bagian dari proses berinteraksi.

Deployment Flowchart

Deployment Flowchart ditunjukkan pada Gambar berikut. Gambar ini menunjukkan bagian inti ada di bagian atas sebagai header column. Bagian inti ini dapat berupa unit fungsional atau individu. Contoh: layanan bisnis, kantor dekan, komite eksekutif, kursi, administrator departemen, mahasiswa. Pada kolom di bawah setiap bagian inti menunjuk langkah-langkah orang / unit untuk melaksanakan atau bertanggung jawab terhadap proses. Proses ini mengalir dari kiri ke kanan.

“Hybrid” Flowchart

Ini merupakan flowchart alternatif yang merupakan kombinasi dari klasik top-down dan Deployment Flowchart. Flowchart hybrid ini mencakup semua langkah dalam Deployment Flowchart ditambah nama orang. Flowchart ini cenderung tersusun dari atas ke bawah daripada kiri ke kanan.
 
 
Nah itu merupakan hal dasar mengenai flowchart

About the Author

Admin

Assalamualaikum. Saya Ahmad Mazlan, Programmer muda yang masih belajar dan ingin segera berbagi tentang dunia programming. Semua bisa menjadi Programmer selama memiliki keinginan yang kuat untuk belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *