Perancangan LAN

Seperti  terlihat pada postingan  sebelumnya, jaringan JUITA menggunakan beberapa topologi jaringan. Sebagai backbone (jaringan utama), dibangun pada FDDI Ring 100Mbps. Untuk menghubungkan ke client, ada mesin ES/1 yang digunakan untuk router. Kondisi di lapangan tidak memungkinkan semua mesin ES/1 terhubung langsung ke FDDI Ring. Untuk itu mesin ES/1 yang tidak terhubung dengan backbone menggunakan mesin ES/1 lainnya untuk melakukan penghubungan ke backbone.
Dari masing-masing mesin ES/1 kemudian dihubungkan dengan menerapkan topologi star ke masing-masing gedung. Sementara itu sambungan masing-masing topologi star ini menggunakan topologi linear bus.
Dengan memanfaatkan kabel FiberOptik sebagai sarana koneksi, dari mesin ES/1 ditarik beberapa buah kabel. Dari kabel-kabel tersebut, ada yang berfungsi untuk kabel utama, namun ada juga yang digunakan untuk kabel cadangan. Kabel-kabel tersebut kemudian dihubungkan ke hub utama (menggunakan converter serat optik). Dari hub utama, untuk menghubungkan dengan gedung lain (yang melewati outdoor space), digunakanlah kabel serat optik. Jadi hubungan dari mesin ES/1 ke hub ke gedung lain melalui adapter di main hub. Jika masih ada gedung lain, maka digunakan serat optik dengan sumber koneksi dari gedung terdekat.
Dari masing-masing Hub utama, dihubungkan dengan hub lainnya menggunakan topologi star. Alasan utama dalam pemilihan serat optik untuk ruangan luar adalah untuk mengurangi akibat dari serangan petir. Hal ini dikarenakan wilayah UI Depok sangatlah rawan terhadap serangan petir.
Dari contoh di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa dalam membuat perancangan jaringan LAN (mis: diagram jalur pengkabelan), harus disesuaikan dengan beberapa faktor seperti kondisi fisik user (perusahaan) seperti lokasi user dalam lingkungan kerja dan kondisi ruangan perusahaan.

Persiapan

Persiapan yang dimaksudkan di sini adalah menyiapkan dan menyediakan semua hal yang dibutuhkan untuk instalasi, termasuk pengaturan ruangan untuk komputer client dan penempatannya.
Prosedur Instalasi
Persiapan yang baik meliputi dua buah prosedur, sebagai berikut:
Konstruksi
Elektris
Beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pemasangan jaringan adalah sebagai berikut:
Obeng belimbing dan obeng minus
Obeng belimbing bermagnet
Test pen
Tang pemotong
Pinset
Tang penjepit (clipper atau crampper)
Solder listrik + timah jika diperlukan
Multi tester
Kapas bertangkai (cotton bud)
Tester untuk mengetahui konetisitas kabel UTP jika ada.
Kabel yang belum dipasang (baik dengan konektor maupun tidak) akan lebih baik jika telah diberi label sebelumnya. Hal ini akan memudahkan orang yang masih awam terhadap jaringan untuk memilih kabel sendiri dengan tepat jika dibutuhkan. Selain itu, pelabelan dapat mempercepat pemilihan kabel dalam jumlah yang besar (tidak perlu repot meneliti satu per satu).
Sebelum dilakukan instalasi perlu dibuat sebuah jadwal pekerjaan yang baik agar proses instalasi berjalan dengan lancar. Jadwal tersebut secara sekuensial (urut) meliputi hal-hal berikut:
Membuat desain jaringan di atas kertas sesuai dengan kondisi nyata di lapangan
Melakukan pembongkaran dan pembenahan infrastruktur lapangan, Melakukan pemasangan peralatan jaringan secara menyeluruh
Melakukan konfigurasi peralatan jaringan secara menyeluruh Menguji konektivitas semua node dalam jaringan

Tim Instalasi

Tim instalasi adalah orang-orang yang terlibat dalam melaksanakan instalasi suatu jaringan LAN. Orang-orang ini hendaknya bukanlah orang-orang sembarangan, melainkan memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:
Memiliki pengalaman dalam bidang jaringan komputer, khususnya pengalaman dalam melakukan instalasi jaringan
Sehat secara fisik, dalam artian tidak memiliki catat fisik yang tidak dapat memenuhi persyaratan dalam proses instalasi jaringan.
Sehat secara mental dan jiwa.
Dalam menentukan jumlah anggota tim yang efisien sesuai dalam melakukan instalasi jaringan harus memperhatikan beberapa faktor sebagai berikut:
Luas lokasi instalasi
Kapasitas user jaringan yang diperlukan
Besar biaya yang akan dikeluarkan untuk proses penginstalan jaringan
Sebelum melakukan instalasi, ada beberapa hal yang harus dilakukan tim instalasi. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut:
Menjaga konsentrasi pada saat instalasi dengan makan makanan yang cukup
Menggunakan perlengkapan pelindung badan
Memeriksa daya guna alat-alat konstruksi dengan seksama.

Penempatan Server

Ruangan yang digunakan untuk menyimpan atau menempatkan server sebaiknya dipasangi pendingin udara (AC). Selain itu, server sebaiknya diletakkan di tempat yang aman, dan tidak mudah dijangkau oleh orang yang tidak memiliki hak atau mengerti tentang jaringan.
Switch atau Hub sebaiknya diletakkan dekat Server, bahkan jika mungkin dibuatkan rak agar rapi. Modem harus disimpan berdekatan dengan server dan jalur telepon.
Berikut ini adalah komponen yang harus berada di ruangan server:
Komputer Server
Switch atau Hub
Modem ADSL atau Modem DialUp
Jalur Telepon
Komputer untuk memantau aktivitas jaringan
Printer
Scanner jika diperlukan

Penempatan Workstation

Pengaturan komputer yang digunakan sebagai workstation atau client tidak terlalu ketat seperti halnya penempatan server. Komputer workstation dapat diletakkan sesuai dengan kebutuhannya.
Pengkabelan
Sebelum melakukan instalasi atau pemasangan kabel, dilakukan pemeriksaan terhadap kabel yang akan dipasang. Pemeriksaan ini dilakukan baik untuk kabel urus maupun kabel UTP. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kabel yang tidak dapat digunakan (mis: karena isinya terputus).
Setelah kabel dipasang, gunakan pipa penutup agar rapi. Pemberian tanda pada kabel sebaiknya diterapkan agar memudahkan pengawasan ataupun perbaikan jika terjadi suatu kerusakan.
Setelah komputer diletakkan di masing-masing lokasi, maka langkah selanjutnya adalah menarik kabel, memasang kartu jaringan, memasang konektor RJ45, dan sebagainya.
Untuk memasang kabel, harus berangkat dari ruangan server. Dengan kata lain, semua ujung kabel diratakan di ruangan server dekat dengan Hub. Misalkan memasang dan menarik kabel untuk 20 unit PC dan sisanya untuk server dan workstation di ruangan server.

About the Author

Admin

Assalamualaikum. Saya Ahmad Mazlan, Programmer muda yang masih belajar dan ingin segera berbagi tentang dunia programming. Semua bisa menjadi Programmer selama memiliki keinginan yang kuat untuk belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *