Manfaat Belajar Java Script

Mudah dipelajari

Poin ini menjadi alasan paling penting mengapa kamu harus belajar JavaScript. Setiap bahasa pemrograman mempunyai tingkat kesulitannya masing-masing, termasuk belajar JavaScript. Namun untuk belajar JavaScript, bahasa yang digunakan relatif lebih mudah ketimbang bahasa pemrograman lainnya. Untuk belajar JavaScript, kamu juga tidak perlu repot untuk memasang tools apapun seperti compiler ataupun IDE. Kamu bisa belajar JavaScript bahkan hanya dari sebuah browser.

Sangat populer

Popularitas JavaScript sebagai bahasa pemrograman sudah tidak perlu diragukan lagi sehingga pegiat IT wajib untuk belajar JavaScript. Dalam survei yang diadakan oleh StackOverflow, bahasa pemrograman JavaScript menempati peringkat pertama mengungguli bahasa pemrograman SQL, C#, hingga Java. Popularitas JavaScript bahkan sampai menyentuh level komunitas dengan angka fantastis, yaitu lebih dari 3.600 grup dan total mencapai 1,48 juta anggota di seluruh dunia.

Hanya butuh memori kecil

Satu lagi poin bermanfaat ketika belajar JavaScript adalah perihal efesiensi dan kepraktisan. Dengan basis client-side, JavaScript memproses seluruh sistem hanya melalui peramban web. Hanya HTTP-request saja yang dijalankan oleh JavaScript sehingga membuat bahasa pemrograman ini menjadi begitu ringan dan cepat.

JavaScript memiliki pengaruh besar untuk sebagian besar website

Jika ada satu hari di mana JavaScript tidak berfungsi, maka akan ada banyak website yang tidak bekerja. Sebut aja twitter, aplikasi tersebut tidak akan dapat menampilkan tweets terbaru setiap detiknya jika bukan karena JavaScript. Bahkan untuk beberapa aplikasi lain seperti Spotify, Facebook, dan Instagram bergantung sepenuhnya dan tidak akan berfungsi tanpa JavaScript. Tentunya peran JavaScript lebih dari itu, JavaScript menghubungkan antara satu aplikasi dengan aplikasi lain. Komunikasi pengiriman dan penerimaan data dilakukan melalui APIs (Application Programming Interfaces).

Membuat Aplikasi Mobile

JavaScript semakin populer untuk membuat aplikasi mobile yang cross-platform, artinya dapat berjalan diberbagai sistem sekaligus. Framework seperti React Native, Ionic, Tizen, atau Cordova semakin mempermudah developer JavaScript yang ingin membuat aplikasi mobile tanpa perlu belajar bahasa atau teknologi baru.

ackend dan Frontend

Khusus untuk pembuatan aplikasi web, kita dapat menggunakan JavaScript untuk membuat aplikasi web utuh dari frontend hingga backend. Hal ini dapat terjadi berkat Node.js.
Sebelum ada Node.js, web developer harus menggunakan minimal dua bahasa untuk backend dan frontendnya. Misal untuk frontend menggunakan JavaScript, namun untuk backend menggunakan PHP, Ruby, Python, atau Java. Sejak kemunculan Node.js di tahun 2009 developer frontend yang sebelumnya hanya bisa membuat tampilan web kini bisa membuat sendiri backend menggunakan bahasa yang sama yaitu JavaScript.

About the Author

Admin

Assalamualaikum. Saya Ahmad Mazlan, Programmer muda yang masih belajar dan ingin segera berbagi tentang dunia programming. Semua bisa menjadi Programmer selama memiliki keinginan yang kuat untuk belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *